Buku The Art Of Happines karya Dalai Lama ini mengupas tentang seni meraih kebahagiaan hidup. Menurutnya, hal pertama dan paling utama yang harus dipegang adalah tujuan hidup. Dalai Lama mengatakan kebahagiaan adalah tujuan hidup setiap manusia. Oleh karena itu, segala cara harus dikerahkan untuk mencapai kebahagiaan.
Apa itu kebahagiaan?
Kebahagiaan adalah terbebasnya manusia dari belenggu penderitaan. Menurutnya, kebahagiaan tak selalu tentang pengalaman-pengalaman menyenangkan, namun juga pengalaman netral yang bisa membawa kita ke rasa puas yang luar biasa. Kebahagiaan adalah sebuah eksistensi yang harus kita tuju.
“Kunci sejati kebahagiaan adalah kesadaran yang terkendali.”
Dalai Lama Percaya bahwa kebahagiaan dapat dicapai lewat latihan mental. Latihan mental yang dimaksud adalah mencakup kecerdasan dan perasaan, hati, dan pikiran.
Dalai Lama juga mengatakan, satu-satunya alat untuk bahagia adalah pikiran kita, bukan dari barang yang kita miliki, atau berbagai faktor eksternal lainnya. Jangan terjebak pada mengejar kesenangan fisik sesaat, mengonsumsi berbagai macam makanan, minuman keras, Narkoba, seks dan sebagainya. Akan tetapi, raihlah kebahagiaan jangka panjang yaitu ketenangan, solidaritas dan sejenisnya.
Kita harus bisa membedakan kebahagiaan dengan kesenangan. Kesenangan berkaitan dengan indra dan kerap dilihat sebagai kebahagiaan yang tentunya tidak memiliki arti. Sedangkan kebahagiaan bersifat stabil, bisa dirasakan meskipun dalam kondisi eksternal negatif. Kesenangan diibaratkan sebuah bonus di dalam kehidupan kita, sedangkan kebahagiaan adalah sebuah keharusan yang musti kita capai.
Untuk bisa melatih pikiran, Dalai Lama mengajarkan metode sederhana. Yaitu kenali dulu pikiran atau perasaan kita, apakah itu positif atau negatif. Perasaan positif di sini mengarah pada hal yang membangkitkan kebahagiaan, contohnya kepedulian, kemurahan hati, cinta kasih dan lain sebagainya. Sedangkan perasaan negatif mengarah pada perasaan marah, benci, iri hati,dan sejenisnya. Menurut Dalai Lama, kita bisa menumbuhkan kebahagiaan dengan cara menguatkan kualitas positif dan berusaha menghindarkan gejolak kualitas negatif. Semakin banyak kita menumbuhkan pikiran positif, maka semakin besar pula tingkat kebahagiaan hidup yang kita rasakan.
Kita akan semakin dekat dengan sifat sejati alam semesta jika kita menepatkan pikiran pada keadaan positif. Pikiran yang positif bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri melainkan juga bagi orang yang berhubungan dengan kita.
Emosi dan pikiran negatif membuat kita tidak bisa melihat keadaan yang sesungguhnya. Bagaimana pun sulitnya, berusahalah untuk mengurangi keadaan negatif pikiran kita dan tingkatkan keadaan pikiran positif.
Pencapaian kebahagiaan itu bersifat ilmiah dan membutuhkan sikap yang disiplin. Dalai Lama terus menyarankan agar kita menumbuhkan pikiran positif, seperti kebiasaan baik yang dimulai dari hal kecil, dan pada akhirnya akan menghasilkan manfaat yang besar.
Untuk mencapai kebahagiaan lainnya adalah menumbuhkan relasi dengan orang lain. Dalai lama mengisahkan ketika ia kehilangan negerinya, ia mendapat dukungan dari seluruh dunia, karena ia memiliki kemampuan bersahabat dengan orang lain.
Orang-orang yang menganggap dirinya kesepian, sedang ia dikelilingi oleh keluarga dan sahabat tetapi mereka terus menyerukan harapan menemukan ‘Seorang yang Istimewa’.
Bukalah mata, hati dan pikiran kita untuk melihat keanekaragaman manusia, dan rasa sepi akan menjadi masa lalu.
“Kita perlu belajar untuk menginginkan apa yang kita miliki, bukan untuk memiliki apa yang kita inginkan, untuk mendapatkan kebahagiaan yang stabil dan tetap”._Dalai Lama
